Rabu, 08 Januari 2014

OMEGA-Invest




Omega established a shop that sold specific vintage Omega watches. Working closely with an Omega agent in London named George Somlo. Omega established the only shop specifically for these vintage Omega watches in the Burlington Arcade, London.
George as a man who has experiences in buying and selling watches giving his opinions about the types of Omega watches which has the value of investments:

1.OMEGA SEAMASTER 300 DIVER
Seamaster diperkenalkan pertama kali pada tahun 1948. Seamaster dalam tugasnya.300 didesain khusus untuk para penyelam professional maupun amatir. Jam ini merupakan salah satu instrument dengan presisi yang tinggi. Menggunakan automatic movement, antimagnetic dan shock protected. Omega menjamin bahwa jam ini masih bisa dipakai untuk menyelam sedalam 200m. Para penyelam di angkatan laut Inggris juga menggunakan jam ini





2.OMEGA SPEEDMASTER
Speedmaster merupakan tipe jam chronograph yang paling terkenal dan dikenal di seluruh dunia. Cerita bermula sejak tahun 1965 ketika NASA pada saat itu menyertakan Omega Speedmaster dalam uji untuk menentukan penunjuk waktu apa yang akan digunakan oleh astronot selama mereka di angkasa. Sampai akhirnya Neil Armstrong menjejakkan kakinya di bulan dengan membawa Speedmaster di tangannya. Karena itulah Speedmaster ini sering disebut sebagai ’The moonwatch’. Namun tidak semua Speedmaster kolektibel. Beberapa disebut kolektibel adalah Speedmaster dengan cal.321 dan cal.861 pre moon. Caliber 861 ini digunakan terus oleh Omega sampai awal tahun 90-an.





3.OMEGA SEAMASTER ‘PLOPROF’ 600m DIVER
Jam ini dibuat untuk mampu mengarungi kondisi ekstrim di kedalaman laut. Ploprof juga didesain untuk menguji kekuatan fisik dan psikologis manusia di kedalaman 500m. Pada jaman itu jam ini merupakan bukti kehandalan dan kecanggihan sebuah instrument mekanik bagi kaum penyelam professional. Komandan Jacques-Yves Cousteau selalu terlihat mengenakan jam ini saat ekspedisi laut dalamnya di Marseille. Seamaster ini dibentuk dari satu bongkahan baja dan memiliki system pengunci twin-locking.


4.OMEGA FLIGHTMASTER
Diperkenalkan pertama kali ke public tahun 1969, Flightmaster didesain dengan melihat kebutuhan seorang pilot. Jam ini lebih merupakan sebuah tools yang memiliki beberapa fungsi alat ukur seperti 30 minute recorder, 12 hour recorder, 24 hour indication dan fungsi penunjuk second time zone yang dapat diubah secara
manual. Casing juga sangat unik dengan desain yang mirip dengan bentuk sebuah gunung karena itu disebut sebagai Volcano case.

5.OMEGA CONSTELLATION
Sejak diluncurkan pertama kali tahun 1952, Constellation menjadi sebuah standar baru bagi kategori jam ‘mewah’ bagi Omega. Menggunakan high grade movement yang sangat presisi dengan sertifikat Chronometer. Desain yang sangat klasik menjadikan Constellation antik menjadi sangat dicari. Pada tahun 50-an akhir hingga 60-an, Constellation mampu mengalahkan Rolex dalam banyaknya jumlah jam yang mendapatkan lolos uji dan mendapatkan sertifikat COSC. Mengingat sejarahnya yang gemilang dan kualitas pembuatan yang setingkat lebih tinggi dari Omega tipe lain, tidak heran kalau harga Constellation lebih tinggi dari tipe omega dress watch tipe lain.
Dari berbagai sumber


Sabtu, 04 Januari 2014

OMEGA-YEAR






     

CHRONOMETER


CHRONOMETER
OFFICIALLY CERTIFIED
 Mungkin kita pernah melihat Arloji yang pada dialnya tertulis Chronometer atau Chronometer Officially Certified, selain itu banyak juga orang yang menyamakan chronograph dengan chronometer (padahal ke dua hal ini sangat berbeda dan tidak ada hubungannya), tetapi apa itu sebenarnya Chronometer?

Chronometer berasal dari bahasa Yunani chronos+metron yang artinya pengukuran waktu, swiss chronometer adalah jam (biasanya arloji mekanis), yang ketepatanya sudah di tes dan diverifikasi oleh lembaga resmi swiss, chronometer adalah simbol dan pengukuhan bahwa arloji tersebut memiliki kualitas yang baik.
Untuk mendapatkan sertifikat chronometer, arloji harus melewati beberapa tes rumit yang dilakukan selama 15 hari siang dan malam tanpa henti, keakuratan arloji tersebut akan diperiksa pada lima posisi dan temperatur yang berbeda dengan menggunakan kamera dan komputer yang akan menganalisa data, kegagalan dalam memenuhi standar minimum akan mengakibatkan mesin tersebut harus ditolak untuk mendapatkan sertifikat chronometer.
Tes ini dilakukan oleh COSC (Controle Officiel Suisse des Chronometeres).
Pabrikan arloji akan mengirimkan mesin-mesin terbaik mereka untuk mendapatkan sertifikat chronometer.
Saat dikirimkan kelembaga ini, arloji tersebut belum terpasang pada casingnya hanya mesin saja (jika dinyatakan lolos baru pabrikan jam akan memasangkan casingnya), ada 3 lokasi COSC yaitu di Geneva, Bienne dan Le Locle.
Swiss sdh melakukan tes chronometer sejak tahun 1878 dan COSC yang ada sekarang baru berdiri tahun 1973.

Rolex sekarang ini merajai peraihan sertifikat chronometer terbanyak. Sebagai gambaran, pada tahun 1995 saja 83% certifikat chronometer yang dikeluarkan COSC diberikan kepada Rolex, ke-2 adalah TAG Heuer, ke -3 Omega dan ke-4 Cartier dan ke-5 Bulgari.
Jadi jika anda memiliki Arloji yang bertulisan Chronometer , maka anda patut berbangga, itu artinya Arloji tersebut sudah melewati tes keakuratan yang diadakan oleh lembaga resmi COSC, karena tidak semua mesin mekanis bisa secara sembarangan mencantumkan tulisan Chronometer pada dial-nya, jika belum melalui serangkaian tes yang sangat teliti dan mendapatakan sertifikat, tapi mungkin cerita akan sedikit berubah jika, ternyata jam anda sudah pernah mengalami kerusakan dan tidak akurat lagi, tapi saya rasa jangan terlalu kawatir, yang penting tulisan Chronometer pada Arloji anda tetap akan ada di dialnya.

Geneva Seal
Geneva Seal adalah simbol/cap yang ditemukan pada mesin arloji-arloji tertentu dari Swiss, tidak semua arloji dari Swiss bisa mendapatkan simbol ini pada mesin buatan mereka, karena simbol ini merupakan tanda yang menunjukkan kesempurnaan dari sebuah jam mekanis dari sisi kualitas, ketepatan, ketahanan dan keahlian dalam ilmu jam.

Pada awalnya pemberian tanda ini dimulai tahun 1800-an saat pemalsuan arloji mulai menggejala pasar, tanda ini untuk memberikan tanda pada arloji-arloji yang sudah melewati pengecekan standar kualitas Swiss.

Dikemudian hari Geneva Seal menjadi sebuah tanda pencapaian kualitas tertinggi dari sebuah arloji, karena untuk mendapatkan tanda ini tidaklah mudah, hanya pabrikan arloji tertentu yang bisa memenuhi semua standar untuk mendapatkan simbol ini pada mesin jam mereka.

Ada 3 syarat dasar untuk memenuhi standar Geneva seal, seperti arloji itu harus mekanis dan dibuat, disetting di wilayah Geneva, setiap mesin harus memenuhi 12 peraturan teknis dan estetis yang sangat ketat, masuk didalamnya design mesin, karakteristik mesin dan kualitas produksi hingga finishing.
Mesin arloji tersebut harus mendapatkan persetujuan oleh sebuah komisi yang terdiri atas 8 orang yang sudah disumpah.

Sulitnya standar yang harus dipenuhi, mengakibatkan hanya beberapa pabrikan arloji yang bisa mendapatkan cap Geneva ini, dua diantaranya (mungkin kita sudah bisa menebak)Patek Philippe dan Vacheron Constantin, perusahaan lain hanya bisa memasukkan salah satu koleksinya atau kaliber tertentu dari buatan mereka dalam daftar Geneva Seal, diantaranya koleksi L.U.C dari Chopard dan Kaliber 9453 MC dari Cartier.
Yang menjadi catatan adalah cap Geneva ini secara tradisi hanya dibubuhkan pada mesin/movement arloji, bukan pada plat/dial, sehingga jika pada dial ada tulisan Geneva, itu bukan serta merta berarti arloji tersebut mendapatkan Geneva Seal, walaupun Vacheron Constantie juga memasang lambang Geneva Seal itu pada plat jam buatannya.

Selain itu walaupun Geneva Seal merupakan simbol dari kesempurnaan sebuah jam, bukan berati secara otomatis jam yang mendapatkan tanda ini juga Chronometer, karena ada lembaga khusus dan tes ketat yang berbeda harus dijalankan untuk mendapatkan sertifikat Chronometer.

Pengertian Chronometer

Banyak orang yang masih rancu membedakan antara chronometer dengan chronograph. Yang seringkali rancu adalah jam bertuliskan Chronometer yang disebut sebagai jam Chronograph. Kedua kata ini walau sepintas mirip tapi maknanya berbeda sekali. Chronograph adalah pencatat waktu dalam durasi atau jarak tertentu dan biasanya digunakan untuk mengukur kecepatan. Sedangkan chronometer adalah sebuah movement dengan akurasi tinggi yang telah menjalani beberapa uji akurasi dalam berbagai posisi dan temperatur. Uji Chronometer dilakukan oleh lembaga independen dan hanya menguji movement saja tidak termasuk casing dan kelengkapan lain dari jam tersebut.
Setiap chronometer yang diterbitkan adalah unik dan dicetak di bagian movement jam yang diuji dan sertifikat yang menyertai jam tersebut. Setiap unit movement secara teliti diuji selama 16 hari dalam 5 posisi dan 3 temperatur yang berbeda. Setelah sertifikat chronometer didapat maka produsen jam tersebut berhak menuliskan Chronometer pada dial jam yang diproduksi dengan menggunakan movement yang sudah lolos uji. Gambar dibawah adalah sebuah contoh jam dengan mengunakan movement chronometer. Girard Perregaux Chronometer HF (High Frequency) Gyromatic dengan casing gold top dan dial berwarna coklat tua. Jam ini diproduksi tahun 70-an.
Movement mekanikal diuji selama 16 hari dan dimulai dari hari ke-0 saat movement diterima. Pengujian dilakukan dalam 5 posisi yaitu:
1. posisi movement berdiri dengan angka 12 di posisi jam 6
2. posisi movement berdiri dengan angka 12 di posisi jam 9
3. posisi movement berdiri dengan angka 12 di posisi jam 3
4. posisi jam menghadap kebawah (dibalik)
5. posisi jam menghadap ke atas.
Temperatur yang digunakan dalam uji ini ada 3 yaitu (dalam Celcius): 23 (normal), 8 (pada hari ke 11) dan 38 (pada hari ke-38). Setiap hari termasuk Sabtu dan Minggu, masing-masing movement diukur dan di putar movementnya agar dapat terus berfungsi.
Tabel dibawah adalah daftar kriteria bagi sebuah movement yang berhak mendapatkan sertifikat Chronometer. Tidak boleh ada satupun kriteria yang gagal dicapai.

How to Measure Quartz Chronometer?

COSC (Controle Officiel Suisse des Chronometres) adalah sebuah lembaga independen yang melakukan uji akurasi sebuah movement jam. Setiap movement yang lulus uji akan berhak mendapatkan sertifikat Chronometer dan menuliskannya di dial jam. Tulisan chronometer sering kita dapati di jam-jam mekanik. Seiring dengan berjalannya waktu, tuntutan akan akurasi ternyata tidak hanya untuk jam mekanik. Jam-jam dengan movement quartz-pun yang selama ini dianggap sebagai penunjuk waktu yang akurat ternyata juga perlu melakukan uji chronometer untuk melihat seberapa akurat movement tersebut. Hal ini dilakukan agar ada grading pada setiap movement quartz dan ini tentu saja menambah nial jual sebuah jam quartz yang lulus uji chronometer.
Movement quartz chronometer memiliki akurasi 10 kali lebih baik dari movement quartz konvensional. Dalam uji chronometer untuk movement quartz diterapkan standar yang tinggi sesuai dengan perkembangan teknologi quartz saat ini. Standar tinggi ini diterapkan agar movement quartz chronometer menjadi sesuatu yang sangat eksklusif dan hanya diaplikasikan pada jam-jam high end. Contoh dibawah adalah jam Breitling Aerospace yang menggunakan mesin quartz chronometer yang mereka sebut sebagai SuperQuartz.
Pengujian chronometer untuk movement quartz dilakukan selama 11 hari dalam 1 posisi dan 3 temperatur yang berbeda. Pengujian ini sangat berbeda sekali dengan movement mekanikal karena pada movement quartz pengaruh grafitasi dan posisi movement relatif kecil. Tabel dibawah adalah sekuensial yang dilakukan selama 11 hari pengujian. Posisi movement yang diuji menghadap keatas. Pada hari ke 3 dan 4, kondisi temperatur dibuat berbeda secara signifikan. Pada hari ke-7, semua movement yang diuji dirotasi posisinya untuk melihat apakah ada deviasi dengan adanya perubahan posisi. Hari ke-9 dilakukan uji 200 goncangan yang ekuivalen dengan 100G (100 kali lebih kuat dari gravitasi).
Tabel dibawah adalah standar yang harus dicapai agar sebuah movement quartz berhak dan layak mendapatkan sertifikat Chronometer.

Seiko Chronometer: The story behind

Mungkin anda pernah melihat atau memiliki sebuah Seiko high-end antik dengan tulisan chronometer pada dialnya,Sebelumnya saya berpendapat mungkin seiko membawa produk-produk high-end nya untuk di uji di Swiss guna mendapatkan sertifikat Chronometer. Namun ternyata Seiko tidak pernah melakukan itu.
Gambar Seiko chronometer ini dipinjam dari forum seiko di Timezone dan merupakan property dari Kohei (moderator).
Seiko menggunakan kata ‘Chronometer’ khusus untuk jam-jam yang memiliki presisi tingi dan digolongkan dalam high-end seiko sampai tahun 1967. Pengujian dilakukan di laboratorium ‘French Chronometer Standard’ yang memiliki kesamaan dengan sistem pengujian chronometer di Swiss. Mereka melakukan sendiri pengujian terhadap jam-jam high end mereka dan juga mengeluarkan sertifikat untuk hasilnya. Gambar dibawah adalah contoh sertifikat chronometer yang dikeluarkan tahun 1966 oleh laboratorium itu.

Kegiatan yang semula dianggap sah-sah saja akhirnya berhenti setelah COSC Swiss tidak mengakui pengujian yang dilakukan tanpa sepengeahuan mereka dan menuntut Seiko untuk menghentikan semua pengujian dan penggunaan nama Chronometer pada setiap jam high end mereka. Hal ini dikarenakan nama ‘Chronometer’ adalah copyright dari COSC Swiss.
Pada tahun 1970 terjadi perubahan. COSC akhirnya membuka perwakilan sertifikasi dan mulai melakukan pengujian movement-movement jam di Jepang karena pada masa itu Seiko semakin produktif mengeluarkan jam-jam high-end seperti Grand Seiko dan King Seiko. Keputusan COSC ini semakin memperkuat jam-jam Jepang dalam memasarkan produknya ke pasar luar Jepang terutama Amerika dan Eropa yang selama ini selalu menyepelekan produk-produk jam Jepang. Penggunaan nama ‘chronometer’ ini pula sebagai alat ampuh Seiko dalam memposisikan produk high-end nya sama dengan jam-jam buatan Swiss.
Beberapa jam high-end seiko seperti contoh Seiko KS dibawah memang diposisikan untuk pasar non Jepang. Khusus jam-jam dalam kategori ini tidak lagi menggunakan inisial KS pada dialnya dan mengutamakan tulisan ‘Chronometer Officially Certified’. Casing juga menggunakan lapisan emas (gold capped) aga sesuai dengan selera masyarakat di Eropa dan merika.

Pada tahun 1986, COSC menutup kantor perwakilanya di Jepang karena semakin sedikit jam-jam yang diuji dan mendapatkan sertifikat chronometer. Hal ini juga diakibatkan karena semakin gencarnya produksi jam-jam quartz yang tidak membutuhkan uji presisi ini.
Ada satu jenis Seiko KS yang bertuliskan ‘Special’ pada dialnya. Jam ini memang special karena diuji dan di-adjust jauh lebih baik dari uji jam yang lain. Versi ‘Special’ ini mengunakan automatic cal. 52XX-6000 dan merupakan salah satu automatic high-end movement terbaik yang pernah dibuat oleh Seiko. Gambar dibawah adalah salah satu contoh versi ‘Special’ KS date. Gambar ini saya ambil dari forum seiko Timezone dan pemiliknya adalah Kohei sang moderator forum.

Pada masa COSC masih melakukan pengujian chronometer di Jepang, Seiko tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan membuatnya sebagai alat marketing yang ampuh untuk membuka pasar ke luar Jepang. Gambar dibawah adalah salah satu contoh brosur yang digunakan oleh Seiko chronometer untuk mempromosikan produknya.

ROLEX Vs OMEGA The Chronometer Battle

Chronometer adalah sebuah pengukuran keakuratan sebuah jam melalui beberapa tahap pengujian. Setiap jam yang lolos dalam uji ini akan dianugerahi sebuah sertifikat kelulusan COSC (Controle Officiel Suisse des Chronometres) yang dikeluarkan oleh badan resmi di Geneva.
Timing contest ini juga merupakan ajang unjuk kebolehan dari brand-brand ternama seperti Rolex, Omega, Patek Phillipe dll. Rolex dikenal sebagai merek yang terbanyak menerima sertifikat ini (hingga saat ini) namun pada dalam perkembangannya hanya Rolex dan Omega yang terlihat bersaing dengan ketat. Dan ada sebuah masa dimana Rolex pernah jauh tertinggal dari Omega dalam hal pencapaian jumlah sertifikat chronometer ini.
Sampai tahun 1950, Rolex secara meyakinkan sebagai leader dalam penerimaan sertifikat chronometer ini. Tahun 1952, keadaan mulai berubah saat Omega meluncurkan untuk pertama kalinya Constellation Chronometer. Saat itu Rolex menjual 135,000 buah arloji chronometer sedangkan Omega menjual 8,000 buah. Dalam periode itu permintaan akan jam-jam chronometer semakin meningkat dan ini membuat Omega berusaha memenuhi permintaan pasar tersebut dengan banyak menguji jam-jamnya untuk mendapatkan sertifikat ini.
Tahun 1952, badan sertifikat chronometer mengeluarkan 42,000 sertifikat dengan pembagian 26,951 buah untuk Rolex dan 13,954 buah untuk Omega. Tahun 1958 Omega Constellation berhasil mengalahkan Rolex bahkan jauh tertinggal. Tahun 1963, Omega berhasil mendapatkan 103,041 buah sertifikat sedangkan Rolex hanya 44,305 buah. Tahun 1969 keadaan mulai kembali berimbang, Omega mendapatkan 194,580 buah sedangkan Rolex 179,169 buah…peningkatan yang sangat signifikan buat Rolex.
Tahun berikutnya keadaan mulai berbalik kembali, Rolex unggul dengan 193,790 buah sedangkan Omega 161,424 buah. Pada saat itu Omega mengalami kesulitan dalam produksi jam-jam chronometer (bahkan disinyalir berlangsung hingga kini). Dengan masalah yang dialami oleh Omega itu, Rolex semakin berjaya. Dari 453,799 sertifikat yang dikeluarkan, 440,799 diraih oleh Rolex dan hanya 8,823 untuk Omega. Dari 8,823 sertifikat yang diperoleh Omega, sebanyak 6,614 buah merupakan jam-jam quartz dan sisanya jam-jam mekanik.
Tahun 1991 kondisi masih sama, dari total 666,898 sertifikat sebanyak 626,398 diperoleh Rolex, 9,871 oleh Tag Heuer dan 8,398 oleh Omega. Mido menempati urutan keempat dengan jumlah sertifikat 4,251 buah.